First Time! Pengalaman mendapat pekerjaan

Aku mau menceritakan pengalamanku mendapat pekerjaan bahkan sampai tips dari aku.

Ketika itu, aku lulus dari perkuliahan, Alhamdulillaah.. tepat waktu.
4 tahun kuliah S1 Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi di salah satu Universitas Swasta di Bekasi.

Aku lulus sidang skripsi di tanggal 31 Agustus 2019, selang beberapa bulan, wisuda di tanggal 27 Oktober 2019.
Beberapa dari temanku ada yang sudah mendapatkan kerja di sela-sela menunggu wisuda, ada pula yang memang dari awalnya sudah bekerja sambil kuliah.

Aku salah satu orang yang kuliah yaa kuliah aja dan mencari kerja di saat setelah wisuda.
Pikiranku saat itu, bagaimana caranya aku mendapatkan pekerjaan apapun itu divisinya / bagiannya / posisinya, yang penting dapat pekerjaan.

Sungguh realistis, pikirku yang penting tidak menganggur terlalu lama, cepat-cepat punya uang sendiri, karena jujur saja aku orang yang manja, dan sudah lama juga merasa "ingin bisa apapun sendiri". Jadi aku apply-apply pekerjaan di aplikasi manapun itu, terus ikut-ikut jobfair, dan saat itu pikiranku tidak ada sama sekali untuk istilahnya "pakai orang dalam", bukan aku gamau, dan bukan juga nganggep remeh, tapi aku cuma ingin, balik lagi ke kalimatku bahwa "ingin bisa apapun sendiri". Jadi yaaa, coba sendiri dulu, dengan jalan ninja kita aja dulu hehe.. urusan orang dalam itu belakangan aja, atau saat kita udah coba segala macamnya sampai ngerasa udah nyerah bgt ga dapet-dapet kerja. Itu prinsipku yaa.. kalo ga setuju yaa make it simple aja ga perlu di pusingin.

Aku apply pekerjaan untuk daerah Bekasi, Jakarta, yang menurutku masih terjangkau lah yaa. Karena sesuai kemauanku seperti cerita sebelumnya, bahwa aku ingin tidak menganggur terlalu lama, cepat punya duit sendiri, jadi aku apply pekerjaan baik itu Full time, Freelance, Part Time, atau bahkan magang. Logikanya kan yah "kok magang? kan udah lulus, emang bisa?" Yaaa gimana yaa, wallahua'alam, aku kan apply apapun itu, tapi tetap saja tujuan utamaku applynya untuk Full time, yang bener-bener kerja jadi karyawan gitu.

Selang 2 bulan kemudian, aku dapat panggilan interview by email dan aku interview untuk jadi anak magang. Aku tanpa ragu meng-iyakan, tapi di satu sisi aku kepikiran "kenapa yaa, dari sekian banyak apply pekerjaan, yang diterima cuma magang?" Tapi aku langsung tepis pikiran itu dengan pikiran lain seperti "Ohh mungkin Allah ingin aku belajar ngebaca situasi kantor dulu kali ya sebelum prepare jadi karyawan" secara.. aku itu bener-bener baru bgt di dunia kerja. jadi aku ambil positifnya aja.
Itupun, aku interviewnya di Bogor, padahal kantor yang tertera saat apply itu di Jakarta. Tapi sama skali gada kepikiran kalau itu tuh boongan.

Akhirnya aku bilang ke orangtuaku kalau aku dapat panggilan interview tapi magang, dan Alhamdulillaahnya orangtua ku support aku.

Perjalanan ke Bogor itu 2 jam, walaupun jalannya lurus doang gitu yaa ga banyak belok-belok, lewat jalan narogong, akhirnya sampai di tempat tanpa telat..

Pas sampai, ada yang sudah interview duluan, dan aku bertemu HRD, seorang bapak, yang baik, tegas, dan to the point. Saat interview, seperti pada umumnya ditanya-tanya perjalanan darimana, dll. Beliau bilang "sebenernya yang namanya magang itu kan untuk mahasiswa yang masih kuliah, tapi saya gamau berpatokan kaya gitu, yang penting orangnya mau atau ngga" lalu beliau langsung nembak "saya kasih Rp75.000, kamu mau gak? kan cuma magang, jadi gabisa banyak" seperti itu kurang lebihnya. Ditanya gitu aku terdiam, bukan gamau atau nolak, tapi kaya bingung aja haha trus beliau lanjut "kalau yang tadi mah saya ga suka, keliatannya belagu, ya dia sudah punya pengalaman kerja sih, tapi saya ga suka" beliau lanjut lagi "Oke gini deh, perjalanan dari rumah berapa jam, trus kalo isi bensin sehari abis berapa" sahutku "saya dari Bekasi, perjalanan 2 jam Pak (saat itu posisinya Bekasi-Bogor), biasanya kalau isi bensin itu tiap 2 hari sekali habis Rp35.000" sahutnya "kalau saya kasih Rp100.000 per hari gimana? soalnya kan ini magang, jadi gabisa banyak-banyak" padahal aku diem dan ga nawar upahnya berapa, bermodalkan diam dan tenang, beliau sendiri yang malah nawarin haha.. Trus beliau seperti merayu gitu, bilang "ya walaupun magang, tapi ini kan kesempatan, kita gada yang tau nanti siapa tau kamu bisa diangkat karyawan sama atasan kamu kan, banyak pengalaman yang bisa kamu dapat di sini nanti, jadi gimana, kamu mau atau ngga?" dengan sigap aku bilang "oke baik Pak saya mau" itu aku tanpa bilang ke orangtua, aku pikir juga ini pilihanku jadi apapun itu keputusannya asalkan itu baik yaa kenapa ngga. Pasti orangtuaku juga ngijinin kalo untuk hal kebaikan. (Tetap ambil positifnya aja)

Akhirnya besoknya itu hari Jumat, aku disuruh langsung magang, awalnya aku nawar hari Senin aja, tapi beliau bilang hanya bisa hari Jumat. Jadi yasudah deh...

Magangku hanya berlaku 3 bulan, Desember-Februari, dari waktu itupun aku pindah-pindah magang, aku magang awalnya di Finance Accounting Departemen selama 1 bulan di Desember, trus dipindah ke Project Control Departemen bulan Januari-Februari. Sampai waktunya tiba berakhir magang, aku bilang ke atasanku "Bu, saya bulan ini terakhir magangnya" dan atasanku bilang "Nanti Ibu akan bicarakan ini ke HRD".. Sampai di minggu kedua bulan Maret, aku belum nemu jawaban sudah selesai magangnya, ditahan, atau diangkat karyawan kontrak, tetapi aku masih lanjutin magang itu yang seharusnya hanya sampai Februari.. Lalu aku diinformasikan bahwa aku diangkat menjadi karyawan kontrak... Perasaanku gabisa ditebak pokoknya mah.. Merasa ga nyangka, bersyukur, yaa susah diungkapkan intinya tuh haha, trus, lucunya.. pas aku diinfo ternyata diangkat karyawan kontrak di tgl 15 Maret, eh besoknya tgl 16 Maret diumumkan kalau udah mulai PSBB, jadi langsung mulai ada WFH wkwkwkwk


Oke aku ambil sedikit hikmah dari ceritaku :
1. Kalau kita niatkan untuk hal baik, apapun itu InsyaAllah ada jalannya.
2. Jangan terlalu pemilih dalam hal ingin mencari kerja, tidak ada salahnya apply yang banyak mau itu Full time, Part time, magang, freelance, apapun itu, karena kita gatau yang mana yang akan jadi takdir kita. Kita gatau yang mana yang akan jadi jalan ninja kita, asekkk wkwkw
3. Jangan terlalu menargetkan keinginan padahal ada kesempatan lain. Misalnya, saya lulusan akuntansi, kerja yaa harus jadi akuntan, karena biar ilmunya kepakai, padahal di sisi lain kita dapat undangan interview tapi ga sesuai sama jurusan kita, trus kita nolak, jangan seperti itu yaa. Sebenernya gak salah kok kalau kita mau kerja sesuai bidang, sama skali ga salah, tetapi tutup sebelah mata juga, ambil positifnya aja dengan mensuggest diri bahwa gak semua yang kita inginkan itu harus kita miliki.
3. Berusaha sendiri dulu jangan mengandalkan orang dalam, karena gada salahnya kita nganggur tapi tetap ada usaha sendiri. Urusan mau pakai orang dalam atau tidak, belakangan aja, atau pada saat udah stress bgt udah usaha sana-sini tapi masih belum ada titik temu.
4. Untuk kita yang baru bgt terjun di dunia kerja, jangan terlalu muluk-muluk permintaannya, minta gaji minimal Rp5.000.000,- minta include kos-kosan, atau minta inventaris kantor, minta tuh sewajarnya aja, nego tuh sewajarnya aja, ibaratnya gue baru bgt kenal lo tapi lo banyak maunya. Karena kalo soal minta ini itu, akan dengan sendirinya terkabul berjalan dengan waktu. Soal kita bisa atau gabisa kan yang nilai nanti manajemennya. Jadi jangan mengkhawatirkan sesuatu yang belum waktunya kita peroleh itu.
5. Anggaplah itung-itung saat kamu diterima kerja tapi ga sesuai ekspektasi, itu bisa jadi salah satu pengalaman yang nantinya jadi pengalaman berharga, bisa diceritain ke orangtua, anak kita nantinya, kan enak nanti kalo mau punya banyak temen, ceritainnya soal pengalaman kita, bukan soal ghibah hahaha

Oke, sekian dari aku.
semoga cerita ini bisa menjadi awal mula kita-kita untuk lebih bersyukur, untuk lebih sabar, ikhlas, dan ambil cerita ini yang menurut kalian positifnya aja yaa, karena saya menulis cerita ini dalam niat yang Husnudzon dan tidak menjatuhkan siapapun itu.

Terimakasih,

Salam
Jssyjun

Komentar